Personel Polsek Ketungau Hilir melakukan pengecekan dan verifikasi terhadap lima titik panas (hotspot) yang terdeteksi melalui pemantauan satelit NASA-MODIS dan NASA-SNPP di wilayah Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, Selasa (20/10/2026).
Informasi lima titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang (medium) diterima petugas sekitar pukul 13.00 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Ketungau Hilir mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekitar pukul 15.30 WIB.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa kebakaran lahan terjadi di empat desa, yakni Desa Air Nyuruk, Desa Batu Ampar, Desa Batu Nyadi, dan Desa Bukit Sidin Permai. Saat petugas tiba di lokasi, api dilaporkan telah padam.
Berdasarkan hasil pendataan, perkiraan luas lahan yang terbakar di lima titik tersebut masing-masing sekitar 0,7 hektare, 0,7 hektare, 0,5 hektare, 0,8 hektare, dan 0,7 hektare. Dengan demikian, total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,4 hektare.
Lokasi kebakaran didominasi vegetasi semak-semak pada lahan dengan jenis tanah yang dilaporkan berupa mineral dan gambut. Titik-titik kebakaran tersebut berada jauh dari permukiman penduduk. Pemilik lahan belum diketahui.
Selain melakukan pengecekan dan verifikasi titik panas, personel kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat di desa-desa terkait mengenai pencegahan dini Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), termasuk penerapan pembukaan lahan dengan cara yang terbatas dan terkendali sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengecekan ini dilakukan sebagai langkah penanganan awal untuk memastikan kondisi titik panas berdasarkan temuan di lapangan sekaligus mengingatkan masyarakat agar mengantisipasi potensi kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Ketungau Hilir.