Sebanyak tujuh titik hotspot terdeteksi di wilayah Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, Kamis (3/9/2026). Menindaklanjuti informasi tersebut, jajaran Polsek Ketungau Hilir bergerak melakukan pengecekan atau ground check untuk memastikan kondisi di lapangan.
Informasi mengenai tujuh hotspot tersebut diperoleh dari hasil pemantauan satelit NASA-SNPP dan NASA-NOAA20 sekitar pukul 01.20 WIB. Seluruh titik terdeteksi dengan tingkat kepercayaan (confidence) kategori medium.
Pengecekan lapangan dilakukan sekitar pukul 04.30 WIB oleh Kapolsek Ketungau Hilir Iptu M. Sulaiman bersama sembilan personel. Tim mendatangi sejumlah lokasi yang tersebar di Desa Batu Nyadi, Betung Permai, Mungguk Kelapa, Pampang Dua, dan Nanga Merkak.
Hasil pengecekan menunjukkan adanya lahan dan kawasan semak-semak yang sebelumnya terbakar. Namun, ketika petugas tiba di lokasi, titik api telah dalam kondisi padam.
Dari tujuh titik yang diverifikasi, luas lahan bekas terbakar diperkirakan bervariasi antara 0,4 hingga 1 hektare. Jika dijumlahkan berdasarkan hasil estimasi di lapangan, luas keseluruhan mencapai sekitar 5,5 hektare.
Kondisi lahan yang ditemukan berupa mineral gambut dengan vegetasi semak-semak, sementara lokasi hotspot berada cukup jauh dari permukiman penduduk. Pemilik lahan hingga dilakukan pengecekan belum diketahui.
Selain memastikan kondisi hotspot, personel Polsek Ketungau Hilir juga memberikan imbauan kepada masyarakat di wilayah yang terdampak agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla.
Petugas mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dini, termasuk apabila melakukan pembukaan lahan agar memperhatikan ketentuan mengenai pembakaran terbatas dan terkendali serta memastikan api tidak berpotensi menjalar ke area lain.
Pengecekan dan verifikasi hotspot tersebut merupakan bagian dari langkah cepat Polsek Ketungau Hilir dalam menindaklanjuti informasi pemantauan satelit. Meskipun api telah padam, kewaspadaan tetap ditingkatkan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, khususnya di tengah kondisi musim kemarau.