Personel Polsek Dedai melakukan pengecekan lapangan (ground check) terhadap titik panas (hotspot) yang terdeteksi melalui satelit NASA-MODIS di Desa Hulu Dedai, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Sabtu (17/10/2026). Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan lahan terbakar seluas sekitar 1 hektare dengan kondisi api telah padam, tetapi masih terlihat asap.
Pengecekan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB setelah titik koordinat -0.02861, 111.81043 tercatat dalam tabulasi hotspot BMKG Kalimantan Barat pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tiga personel Polsek Dedai, yakni Aiptu Supriyadi, Aiptu Irwan S., dan Aipda Dasep R.H. Setibanya di lokasi, petugas memeriksa kondisi lahan yang memiliki jenis tanah mineral dan vegetasi berupa rumpukan. Pemilik lahan belum diketahui, sementara lokasi yang diperiksa dilaporkan tidak berada di kawasan dengan konsentrasi penduduk.
Petugas melakukan verifikasi titik koordinat dan pemeriksaan langsung untuk memastikan kondisi di lapangan. Hasil pengecekan menunjukkan api telah padam, meskipun asap masih terlihat di area bekas terbakar.
Selain melakukan pengecekan, personel juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Dedai mengenai pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), termasuk penerapan pembakaran terbatas dan terkendali sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengecekan ini merupakan bagian dari upaya Polsek Dedai menindaklanjuti informasi hotspot dan memantau kondisi lapangan guna mengantisipasi potensi kebakaran lanjutan.